Anggaran Rp27 Miliar, Kualitas Dipertanyakan: Pengawasan BPJN Sulawesi Utara Disorot

Boltara, Profakta.com – Proyek preservasi Jalan Nasional ruas Maelang–Biontong–Atinggola hingga akses Terminal Buroko di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menjadi sorotan masyarakat.
Proyek dengan nilai anggaran lebih dari Rp27 miliar tersebut mendapat perhatian terkait kualitas sejumlah pekerjaan di lapangan yang dinilai masyarakat kurang baik.
Sejumlah masyarakat yang melintasi ruas jalan tersebut berharap pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan yang dianggap belum memenuhi harapan.
Menurut masyarakat, anggaran proyek yang mencapai puluhan miliar rupiah seharusnya diikuti dengan kualitas pekerjaan yang baik.
“Kalau memang ada pekerjaan yang kualitasnya kurang baik, kami berharap segera diperbaiki. Anggaran proyek ini cukup besar, sehingga hasil pekerjaannya juga harus benar-benar diperhatikan,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat juga menyoroti keberadaan bekas aspal lama di sejumlah lokasi pekerjaan. Selain itu, masyarakat mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Menurut warga, pengawasan menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis.
“Dengan anggaran lebih dari Rp27 miliar, tentu masyarakat berharap ada pengawasan yang ketat. Jangan sampai pekerjaan yang dianggap kurang baik baru menjadi perhatian setelah mendapat sorotan dari masyarakat,” kata warga lainnya.
Tanggapan masyarakat tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Renly Sembiring, S.T., M.M., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II di BPJN Sulawesi Utara.
Menanggapi hal tersebut, Renly mengatakan dirinya kesulitan memberikan tanggapan secara lebih rinci karena belum ada bagian pekerjaan yang disebutkan secara spesifik.
“Saya susah menanggapi, mohon maaf, karena tidak ada yang spesifik,” ujar Renly saat dikonfirmasi.
Terkait keberadaan bekas aspal lama yang menjadi perhatian masyarakat, Renly memastikan material tersebut akan diangkat.
“Bekas aspal lama akan diangkat, Pak, pastinya,” katanya.
Sementara terkait pekerjaan yang dinilai masyarakat memiliki kualitas kurang baik, Renly menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan.
“Yang tidak bagus, akan diperbaiki,” tegasnya.
Proyek preservasi Jalan Nasional ruas Maelang–Biontong–Atinggola hingga akses Terminal Buroko dengan nilai anggaran lebih dari Rp27 miliar tersebut terus menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan selama pelaksanaan proyek. (Bahar Korompot)










