Proyek Preservasi Trans Sulawesi Dipertanyakan, Galaksi Sulut Desak APH Turun Tangan

Boltara, Profakta.com — Pekerjaan preservasi Jalan Trans Sulawesi ruas Maelang–Biontong–Atinggola mendapat sorotan. Selain kondisi fisik pekerjaan yang dinilai kurang maksimal, transparansi informasi mengenai pekerjaan tersebut juga menjadi pertanyaan.
Di lokasi, papan proyek terlihat terpasang. Namun, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, informasi mengenai pekerjaan tersebut belum ditemukan pada situs SIRUP maupun INAPROC.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi pekerjaan yang sedang berlangsung.
Sorotan tidak hanya berkaitan dengan informasi proyek. Kondisi fisik pekerjaan di lapangan juga menjadi perhatian. Sejumlah tambalan jalan tampak tidak rapi, sementara pada bagian sisi jalan yang dilakukan pengecoran terlihat sudah mengalami keretakan atau pecah.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua LSM Galaksi Sulut, Rheinal Mokodompis. Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi teknis terkait melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
“Kami meminta APH melakukan pemeriksaan. Bukan hanya kondisi fisiknya, tetapi juga administrasi, volume, spesifikasi teknis dan pelaksanaan pekerjaannya,” tegas Rheinal.
Menurut Rheinal, keberadaan papan proyek seharusnya diikuti dengan informasi yang jelas sehingga masyarakat dapat mengetahui pekerjaan pemerintah yang sedang dilaksanakan.
“Kalau papan proyek sudah terpasang, masyarakat tentu berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan tersebut,” ujarnya.
Rheinal juga menyoroti kondisi hasil pekerjaan. Tambalan yang tidak rapi serta pengecoran pada sisi jalan yang sudah tampak pecah, menurutnya, perlu diperiksa secara teknis untuk mengetahui penyebabnya.
“Apakah karena kualitas material, metode pelaksanaan, proses pengerjaan atau faktor lainnya, itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis. Jangan langsung menyimpulkan sebelum ada pemeriksaan,” katanya.
Ia meminta pemeriksaan mencakup kesesuaian volume, kualitas material, ketebalan pekerjaan, metode pelaksanaan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.
Menurutnya, pengawasan penting dilakukan karena ruas Trans Sulawesi merupakan jalur vital bagi masyarakat dan aktivitas perekonomian. Kualitas pekerjaan preservasi juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
PPK Belum Merespons Konfirmasi Wartawan
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Handiyana, S.T., M.T., M.Sc., melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Renly Sembiring, S.T., M.M., saat dikonfirmasi wartawan media ini melalui pesan WhatsApp pada nomor 0811-49XX-XXXX, belum memberikan tanggapan terkait pekerjaan preservasi Jalan Trans Sulawesi ruas Maelang–Biontong–Atinggola.
Pesan yang dikirim telah berstatus terbaca (centang biru). Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi yang disampaikan.
LSM Galaksi Sulut menyatakan akan terus memantau pelaksanaan pekerjaan tersebut dan mendorong keterbukaan informasi dari instansi yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PPK maupun pelaksana terkait kondisi fisik pekerjaan dan informasi pekerjaan yang menjadi sorotan.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala BPJN Sulawesi Utara, PPK, pelaksana pekerjaan, maupun instansi terkait. (Bahar Korompot)



