NUSANTARA

Menggema hingga ASEAN, Puisi Kearifan Lokal Boltara Raih Rekor MURI

Jambi – Kabupaten Bolaang Mongondow Utara kembali mencatatkan kebanggaan melalui keikutsertaan putra-putri daerah dalam penulisan Antologi Puisi Etnik Nusantara ASEAN yang digagas oleh PERRUAS (Perkumpulan Rumah Seni Asnur) di bawah asuhan Dato’ Sri Asrizal Nur. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.200 penulis dari berbagai daerah di Indonesia serta negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.

Puncak kegiatan berlangsung dalam Festival Puisi Etnik Nusantara ASEAN yang dilaksanakan di Provinsi Jambi pada 20–21 Desember 2025. Pada momen tersebut, buku Antologi Puisi Etnik Nusantara ASEAN berhasil meraih penghargaan Rekor MURI, sebagai bentuk pengakuan atas kolaborasi sastra berskala besar yang mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Nusantara ke tingkat internasional.

Dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Asdar, S.Pd, guru SMP Negeri 15 Bolaang Mongondow Utara, dan Since Ibrahim, S.Pd, guru SD Negeri 3 Pinogaluman, menjadi perwakilan daerah yang berkesempatan hadir langsung dalam festival tersebut.

“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari peristiwa sastra yang luar biasa ini. Bukan hanya tentang karya, tetapi tentang membawa identitas dan nilai budaya Bolaang Mongondow Utara ke ruang yang lebih luas, bahkan lintas negara,” ujar Asdar, S.Pd.

Dalam antologi yang meraih Rekor MURI tersebut, Asdar, S.Pd mempersembahkan sebuah puisi berjudul “Bolaang Mongondow Utara”, yang merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal daerah seperti Mopopiana (saling berbuat baik), Mototabiana (saling menyayangi), dan Agu Mononantobana (saling mengingatkan), sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut puisi yang ditampilkan dalam Antologi Puisi Etnik Nusantara ASEAN peraih Rekor MURI:

Bolaang Mongondow Utara

Oleh: Asdar

Di tanah Bolaang Mongondow Utara
Ikrar mopopiana pada cinta yang bermuara
Hidup adat yang tak tergoyahkan,
Tertulis dalam hati terpatri dalam jiwa.

Di tanah Bolaang Mongondow Utara
Terpatrilah mototabiana dalam lentera
Bercahaya pada setiap rindu terbayang
Memberi hidup yang selalu terkenang.

Di bawah langit Bolaang Mongondow Utara
Agu Mononantobana menjadi pesan yang mengakar
Hormati leluhur dan lestarikan warisan,
Agar esok tak kehilangan pedoman.

Bolaang Mongondow Utara tanah permai
Di setiap nafas nilai tersemai.
Mari kita genggam erat bersama
Agar tak hilang jati diri kita.

Bolaang Mongondow Utara tanah beradat
Warganya rukun tak bersekat.
Mari kita jaga dengan erat
Agar tak punah hingga kiamat.

“Puisi ini adalah ungkapan cinta sekaligus pengingat bahwa adat dan nilai luhur daerah harus terus dijaga agar jati diri kita tidak hilang ditelan zaman,” tambah Asdar.

Pada kesempatan tersebut, Asdar dan Since Ibrahim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PERRUAS, Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara atas ruang dan kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk berkarya dan mengabdi melalui sastra di tingkat nasional dan internasional,” tutup Asdar.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi pendidik dan generasi muda di Bolaang Mongondow Utara untuk terus berkarya, melestarikan budaya, dan menjadikan literasi sebagai jalan pengabdian bagi daerah dan bangsa. (Red_Pro)

Redaksi ProFakta

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media ProFakta.com kemudian di publish.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button