Rp1,14 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Papan ‘Hati-Hati’ Justru Tak Terlihat

Boltara, Profakta.com – Pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Kabupaten di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mendapat sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Tirta Kencana tersebut diketahui memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.146.541.943,70, yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Sorotan muncul terkait aspek keselamatan pengguna jalan. Di tengah berlangsungnya pekerjaan, keberadaan papan peringatan seperti “Hati-Hati, Ada Pekerjaan Jalan” dinilai sangat penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang melintas.
Papan peringatan dan rambu keselamatan bukan sekadar formalitas. Keberadaannya dibutuhkan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, terutama ketika kondisi badan jalan mengalami perubahan akibat aktivitas pekerjaan.
Pengguna jalan yang melintas di lokasi pekerjaan dapat menghadapi sejumlah risiko, seperti material konstruksi, permukaan jalan yang belum sempurna, penyempitan badan jalan maupun aktivitas kendaraan dan alat kerja.
Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp1,146 miliar, masyarakat berharap pelaksanaan proyek tidak hanya memenuhi target fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan keteraturan di lapangan.
Penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD 2026 tersebut juga menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
“Pekerjaan jalan tentu kita dukung karena merupakan kebutuhan masyarakat. Tetapi keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian. Kalau ada pekerjaan, seharusnya dipasang papan peringatan yang jelas,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat meminta CV. Tirta Kencana selaku pelaksana segera memastikan rambu-rambu keselamatan tersedia di titik-titik yang membutuhkan, terutama pada lokasi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sorotan tersebut juga diarahkan kepada instansi teknis Pemerintah Kabupaten Boltara agar melakukan pengawasan secara menyeluruh.
Pengawasan diharapkan tidak hanya menyangkut kualitas dan progres pekerjaan, tetapi juga mencakup penerapan standar keselamatan selama proyek berlangsung.
Pasalnya, pekerjaan yang menggunakan anggaran publik seharusnya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa mengabaikan keselamatan mereka.
Masyarakat pun berharap proyek Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Kabupaten dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik, transparan, serta tetap memperhatikan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Jangan sampai perbaikan jalan yang bertujuan memberikan kenyamanan justru menimbulkan risiko bagi masyarakat karena minimnya rambu keselamatan. (Bahar Korompot)



