BOLMUT

Video Diduga Pesta Miras di Direksi Keet RSUD Bolmut Disorot, Manager Brantas Abipraya Akui Kejadian dan Sebut Salah

Bolmut, Profakta.com – Beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga sedang mengonsumsi minuman keras (miras) di dalam ruangan direksi keet proyek pembangunan RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menuai sorotan masyarakat.

Video tersebut diduga memperlihatkan sejumlah orang yang disebut sebagai karyawan proyek PT Brantas Abipraya (Persero), perusahaan BUMN yang menjadi pelaksana pekerjaan pembangunan RSUD Bolmut.

Yang menjadi perhatian, pihak perusahaan mengakui bahwa ruangan yang digunakan dalam kejadian tersebut merupakan fasilitas milik perusahaan.

Manager Operasi Lapangan PT Brantas Abipraya, Rizky Catur, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar satu bulan lalu. Ia juga menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak dibenarkan oleh perusahaan.

“Kejadiannya bulan lalu, dan kejadian tersebut sudah kami larang dan itu salah,” ujar Rizky Catur saat dikonfirmasi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pihak perusahaan mengetahui adanya kejadian tersebut dan telah mengambil tindakan internal terhadap aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Perusahaan Sebut Terjadi di Luar Jam Kerja

Sebelumnya, pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di luar jam kerja dan menyebut lokasi kejadian berada di luar area pekerjaan.

“Saya konfirmasi untuk kejadian itu sudah lama, terjadi di luar jam kerja dan luar lokasi proyek,” ujar pihak perusahaan.

Namun, keterangan tersebut menjadi perhatian karena ruangan yang digunakan dalam video disebut merupakan direksi keet milik perusahaan yang berada di kawasan pembangunan RSUD Bolmut.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai penggunaan fasilitas perusahaan untuk aktivitas di luar pekerjaan, meskipun kejadian disebut berlangsung di luar jam kerja.

Karyawan yang Terlibat Diberi Surat Peringatan

Pihak PT Brantas Abipraya menyatakan bahwa karyawan yang terlibat telah diberikan tindakan internal berupa surat peringatan.

“Sebagai konsekuensinya untuk yang terlibat di kejadian itu sudah kami beri surat peringatan,” jelas pihak perusahaan.

Sementara itu, orang yang merekam video tersebut disebut sudah tidak lagi bekerja di PT Brantas Abipraya.

“Untuk perekam video itu sudah tidak bekerja dengan kami lagi,” tambahnya.

Warga Sesalkan Kejadian

Beredarnya video tersebut turut mendapat perhatian masyarakat. Salah seorang warga menyayangkan adanya kejadian tersebut, terlebih jika berlangsung di fasilitas perusahaan yang berada di kawasan pembangunan RSUD.

“Sangat disayangkan. Ini kawasan RSUD dan proyeknya untuk fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Walaupun di luar jam kerja, penggunaan fasilitas proyek untuk kegiatan seperti itu tentu patut menjadi perhatian,” ujar warga.

Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan fasilitas proyek perlu diperhatikan agar aktivitas di lingkungan proyek tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan Diminta Perketat Pengawasan

Kejadian tersebut menjadi catatan bagi pengelola proyek untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan seluruh fasilitas yang berada di kawasan proyek.

Masyarakat juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh pekerja dapat menjaga disiplin serta profesionalitas selama berada di lingkungan proyek.

Terlebih, pembangunan RSUD Bolmut merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Karena itu, aspek keamanan, ketertiban, dan profesionalitas di lingkungan proyek menjadi perhatian masyarakat.

Dengan adanya penjelasan dari pihak perusahaan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar satu bulan lalu, telah dilarang, dan dinilai sebagai tindakan yang salah, publik diharapkan memperoleh informasi secara utuh mengenai langkah internal yang telah dilakukan perusahaan.(Bahar Korompot)

Redaksi ProFakta

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media ProFakta.com kemudian di publish.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button